Beranda » MY STUDY » POTENSI MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN ULAT PADA TANAMAN SAWI (Brassica Juncea)

POTENSI MENGKUDU (Morinda citrifolia) SEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN ULAT PADA TANAMAN SAWI (Brassica Juncea)

Calendar

Mei 2012
J S M S S R K
« Des   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Pestisida merupakan zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida alami adalah suatu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Jenis pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman bagi manusia dan ternak, karena residunya mudah hilang.

Banyak orang menggunakan pestisida kimia/sintetis untuk membasmi hama pada tanaman. Namun penggunaan pestisida kimia sangat tidak ramah lingkungan, juga mempunyai banyak dampak negatif, diantaranya : hama yang tidak terbunuh menjadi kebal (resisten), peledakan hama baru (resurjensi), penumpukan residu bahan kimia pada hasil panen, terbunuhnya musuh alami, pencemaran lingkungan oleh residu bahan kimia dan kecelakaan bagi pengguna. (http://isroi.wordpress.com/tag /pestisida)

Alam sebenarnya telah menyediakan banyak sekali bahan yang dapat dijadikan pestisida alami, tentunya dengan tidak merusak lingkungan. Beberapa kalebihan pestisida alami misalnya : degradasi/ penguraian yang cepat oleh sinar matahari, memiliki pengaruh yang cepat yaitu menghentikan nafsu makan serangga walaupun jarang menyebabkan kematian, toksisitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relative lebih aman pada manusia dan lingkungan, memiliki spectrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif, dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada pestisida kimia, phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman, murah dan mudah dibuat oleh setiap orang.

Akan tetapi, pestisida alami (nabati) juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya : daya kerjanya relatif lambat sehingga aplikasinya harus lebih sering, daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan bagi serangga), produksinya belum dapat dilakukan dalam jumlah besar karena keterbatasan bahan baku, kurang praktis, tidak tahan disimpan. (http://isroi.wordpress.com)

Pestisida alami mempunyai beberapa fungsi, antara lain : Repelan, yaitu menolak kehadiran serangga, misal: dengan bau yang menyengat; Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang telah disemprot; Mencegah serangga meletakkan telur dan menghentikan proses penetasan telur, Racun syaraf, Mengacaukan sistem hormone di dalam tubuh serangga,Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dapat dipakai pada perangkap serangga.

TUJUAN

  1. Menambah pengetahuan tentang pengendalian hama tanaman sawi meggunakan pestisida nabati
  2. Menambah pengetahuan tentang pemanfaatan buah mengkudu sebagai pestisida nabati terhadap pengendalian hama tanaman sawi
  3. Meningkatkan kemanfaatan mengkudu sebagai larvarisida pada tanaman sawi

PERMASALAHAN

Sawi merupakan jenis sayuran yang banyak digemari oleh para konsumen di berbagai lapisan masyarakat. Hal tersebut membuka peluang yang besar untuk pasar jenis sayuran sawi. Sawi tergolong sayuran yang dapat ditanam pada berbagai musim.Oleh karena itu, sayuran ini dapat ditanam sepanjang tahun baik pada musim hujan maupun musim kemarau dengan hasil yang relatif tidak jauh beda, yang penting air cukup tersedia.Dalam pembudidayaan tanaman sawi, salah satu kendala utama yang menjadi penghambat produksi baik secara kualitas maupun kuantitas, adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman, terutama hama ulat .Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat diatasi dengan melakukan pencegahan sebelum terjadi serangan (preventif) atau dengan pembasmian setelah terjadi serangan hama (kuratif)

Adapun hama ulat yang menyerang tanaman sawi yaitu:

  1. Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.).
  2. Ulat tritip (Plutella maculipennis).
  3. Ulat Thepa javanica.

Pada umumnya, petani melakukan pengendalian dengan menggunakan pestisida sintetik (kimia) dengan asumsi bahwa pestisida sintetik lebih efektif untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman. Padahal jika dikaji lebih dalam penggunaan pestisida kimia mempunyai dampak negatif bagi kehidupan baik tanaman, hewan, maupun manusia. Hal ini karena pestisida sintetik (kimia) dapat menimbulkan dampak residu dan mengakibatkan terjadinnya pencemaran pada tanah, air dan udara.

PEMECAHAN MASALAH

Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pestisida alami adalah menkudu. Mengkudu (Morinda citrifolia) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan laut. Mengkudu merupakan tumbuhan asli dari Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah. (http://herbalisedja02.blogspot .com/)

Klasifikasi:

Filum: Angiospermae,

Sub filum: Dycotiledones,

Divisi: Lignosae,

Famili: Rubiaceae,

Genus: Morinda,

Spesies: citrifolia.

Nama ilmiah: Morinda citrifolia.

Ada beberapa jenis serangga yang dapat dibasmi dengan pestisida alami dari ekstrak buah mengkudu, antara lain : semut merah, belalang, ulat daun, kutu putih, dan berbagai serangga yang menyerang tanaman. Pestisida ini juga dapat dimanfaatkan untuk membasmi hama ulat sawi (Brassica Juncea). Kematian ulat sawi setelah disemprot ekstrak mengkudu mencapai 90-100%. Hasil ini menunjukkan bahwa mengkudu mempunyai efek insektisida yang sangat baik. Kematian larva yang mencapai 100% disebabkan adanya kandungan bahan bioaktif yang beracun bagi ulat serangga tersebut. Jenis tumbuhan mengkudu berfungsi sebagai insektisida karena mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, terpenoid, steroid, astenogenin, fenil tropan dan tannin.

Berdasarkan hasil penelitian Levan 1963, buah mengkudu mengandung antraquinone yang mampu menekan pertumbuhan mikroorganisme.

Tabel. Kandungan kimia pada setiap bagian mengkudu

Kandungan kimia pada setiap bagian tanaman mengkudu Kandungan kimia
Alizarin, alizarin-alfa-metil eter, antraquinon, asperulosida, asam hexanoat, morindadiol, morindon, morindogenin, asam oktanoat, asam ursolat,
Daun Asam amino (alanin, arginin, asam aspartat, sistein, sistin, glisin, asam glutamat, histidin, leusin, isoleusin, metionin, fenilalamin, prolin, serin, threonin, triftopan, tirosin, valin), mineral (kalsium, besi, fosfor) vitamin ( asam askorbat, beta caroten, niasin, riboflavin, tiamin, betasitisterol, asam ursolat), alkaloid (antraquinon, glikosida, resin).
Bunga 5,7-dimetil-apiganin-4-o-beta-d(+)-galaktopiranosida,

6,8-dimetoksi-3-metilantraquinon-1-o-beta-ramnosil-glukopiranosida, acasetin-7-o-beta-d (+)-glukopiranosida BuahAsam askorbat, asam asetat, asperulosida, aambutanoat, asam benzoat, benzil alkohol, 1-butanol, aam kaprilat, asam dekanoat, (E)-6-dodekeno-gamma-laktona, (z,z,z)-8, 11,14-asamekosatri-noat, asam elaidat, etil dekanoat, etil-ektanoat, etil benzena, eugenol, eugenol, glukosa, asam heptanoat, 2-heptanon, hexanal, hexanamida, asam hexaneudioat, asam hexanoat, 1-hexanol, 3-butan-1-o1, metil dekanoat, metil elaidat, metil hexanoat, metil-3-metil-tio-propanoat, metil oktanoat, metil oleat, metil palmitat, Scopoletin, asam undekanoat, (z,z)-2,5-undekadin-1-o1, vomifol. Ascubin, L.asperuloside, alizarin, antraquinon, proxeronin, Damnacanthal, alkaloid, terpenoid, steroid, astenogenin, fenil tropan dan tannin AkarAsperulosids, damnachantal, morindadiol, morindin, morindon, nordamacantal, rubiadin, rubiadin monometil eter, soranjidiol, antraquinon, glikosida, zat getah, resin, sterol KulitAlizarin, klororubin, glikosida, (pentosa, hexosa), morindadiol, morindanigrin, morindin, morindon, zat resin, rubiadin monometil eter, soranjidiol KayuAntragalol-2, 3-dimetil eter

Sumber:Aalbersberg( 1993),Bushnel et al ( 1950),Hiramatsu et al ( 1993), Solomon (1998), Waha ( 2001)

Bahan:

  1. Buah Mengkudu yang masak sebanyak 25 Kg
  2. Bawang Putih sebanyak 2,5 Kg
  3. Detergent secukupnya
  4. Air sebanyak 50 liter

Cara Pembuatan:

  1. Seluruh bahan dihaluskan kemudian dicampurkan dan difermentasi selama 3 sampai 7 hari.
  2. Hasil fermentasi diaplikasikan dengan dosis 100 cc/10 liter air.

OPT Sasaran: Semua jenis ulat sawi

Masa aktif pestisida nabati ini selama 1 bulan dan sebelum digunakan pestisida tadi kita saring terlebih dahulu. (Created by: PHP Muaro Jambi)

KESIMPULAN

Mengacu pada hal tersebut maka salah satu solusi yang ditempuh adalah dengan penggunaan pestisida nabati salah satunya buah mengkudu (Morinda citrifolia )

  1. Dapat memanfaatkan potensi dari buah mengkudu.
  2. Dengan pestisida dari buah mengkudu ini sifatnya ramah terhadap lingkungan,karena cepat terurai.
  3. Selain itu , penggunaan pestisida nabati dinilai sangat ekonomis karena bahan yang digunakan dalam pembuatan pestisida nabati mudah diperoleh dari alam dan
  4. Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan pestisida nabati dari buah mengkudu ini relatif murah, sehingga petani dapat menekan biaya produksi.

DAFTAR PUSTAKA

Aalbersberg, W.G.L, Sabina, H., dan A.S. Wirian, 1993. Journal of Herbs, Spices and Mdicinal Plants 2 (1) : 51 – 54

Bushnell, A., Fukada, M., Makinodan, T., 1950. The Anibacterial Proper-ties of Some Plant Found in Hawaii. Pasific Science Journal. 4 : 167 – 183.

Didiet.2010 .Cara Membuat Pestisida Nabati .Jambi:PHP Muaro http://www.didietbae.com/2011/01/cara-membuat-pestisida-nabati.htm(26Maret 2011)

Hiramatsu, Tomonori, Imoto, Masaya, Koyano, Takashi, Umezawa, Kazuo, 1993. Induction of normal Phenotypes in Ras-Transformed cel by Damnacanthal from Morinda citrifolia. Cancer Letters. 73 (3) : 161 – 166.

(http://herbalisedja02.blogspot .com/)( 26 Maret 2011)

(http://isroi.wordpress.com) ( 26 Maret 2011)

(http://isroi.wordpress.com/tag /pestisida) ( 26 Maret 2011)

http://kallyjagga.blogspot.com/2010/11/mengkudu.html( 26 Maret 2011)

http://richyourdreams.blogspot.com/2010/01/potensi-mengkudu-sebagai-pestisida.html

( 26 Maret 2011)

http://www.bitra.or.id/index.php?view=article&catid=35:community-development-&id=88:pestisida-nabati-cara-mudah-kendalikan-opt&format=pdf( 26 Maret 2011)

Rico .2010.Tanaman Bawang Putih sebagai Pestisida Alami .Scientist library http://ricoidera.student.umm.ac.id/2010/06/10/tanaman-bawang-putih-sebagai-pestisida-alami/

Sito, Jakes.2010. Membuat dan Mengaplikasikan Pestisida Nabati.KLIKPERTANIAN. BLOGSPOT.COM http://klikpertanian.blogspot.com/2010/09/membuat-dan-mengaplikasikan-pestisida.html( 28 Maret 2011)

Solomon, N., 1998. Natur’s Amazing Healer NONI, a 2000 year old Tropical sicrit that helps the body heal itself woodland fubl. Pleaswn Grove Utah. 101 p.

Waha, L.G. 2001. Sehat dengan mengkudu. MSF Group, Jakarta. hal. 1 – 44.

Waha, Maria Goreti. 2010. Sehat Dengan Mengkudu .Gapoktan Harapan Mukti

Zeta, Agus. 2010. Potensi mengkudu sebagai pestisida nabati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 67 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: