U_Miia04 'Blog

Beranda » MY STUDY » SUKSESI VEGETASI

SUKSESI VEGETASI

Calendar

Desember 2012
J S M S S R K
« Sep   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Like This Blog


A.      Pengertian Suksesi

Suksesi tumbuhan adalah penggantian suatu komunitas tumbuh-tumbuhan oleh yang lain. Sudah diketahui secara meluas bahwa apabila suatu kebun tidak dipelihara, atau lapangan rumput yang tidak pernah dipotong secara teratur maka vegetasinya akan mengalami perubahan dan tidak tetap seperti itu terus menerus. Berbagai tumbuhan liar akan hidup/tumbuh dan mengubah sama sekali karakteristik dari vegetasi asalnya. Demikian juga suatu suatu lahan pertanian yang tidak digarap, maka herba, perdu, dan pohon liar akan tumbuh menguasai daerah/lahan pertanian tersebut. Hal ini merupakan contoh konsep suksesi secara sederhana.

Clements (1974) membedakan 6 sub komponen dalam proses suksesi yaitu :Nudasi (terbukanya lahan, bersih dari vegetasi ), Migrasi  ( tersebarnya biji ), Eksesis (proses perkecambahan, pertumbuhan dan reproduksi) ,Kompetisi (adanya pergantian spesies), Reaksi (perubahan habitat karena aktivitas spesies ), Klimaks (komunitas stabil)

B.   Jenis-jenis suksesi

Berdasarkan kondisi habitat pada awal proses suksesi, suksesi dibedakan menjadi dua macam yaitu:

  1. Suksesi primer : Suksesi yang terjadi belum ada vegetasinya atau di daerah yang tadinya sudah ada vegetasi, kemudian terganggu (misalnya terbakar), sehingga daerah tersebut menjadi kosong sama sekali.
  2. Suksesi sekunder :Suksesi yang terjadi pada habitat yang pernah ditumbuhi vegetasi kemudian mengalami gangguan, tetapi gangguan tersebut tidak merusak total organisme sehingga dalam komunitas tersebut, substrat lama dan kehidupan masih ada.

Namun Gams mengkategorikan suksesi ini dalam tiga keadan yaitu :

a) Suksesi dengan urutan normal. yang berasal dari adanya pengaruh terhadap vegetasi yang terus menerus dan cepat.

  • Misalnya vegetasi rumput yang selalu terinjak-injak ternak, di mamah biak, dijadikan tempat beristirahat ternak, atau tempat berguling-guling ternak. Kondisi vegetasi akan mengalami Fasa perubahan selama ternak tetap berada di tempat itu.

b) Suksesi dengan urutan berirama, yang berasal dari gangguan berulang-ulang, mungkin siklis tetapi mempunyai interval waktu antara satu gangguan dengan gangguan berikutnya.

  • Misalnya terjadi pada perubahan vegetasi karena adanya proses rotasi dalam pemanfaatan lahan pertanian.

c) Suksesi dengan urutan katastrofik, yang menjadi secara hebat dan tiba-tiba, tidak berirama.Misalnya meletusnya gunung berapi, gempa bumi, kebakaran, penebangan, pengeringan habitat akuatika, yang kesemuanya ini bisa menimbulkan dampak katastrofik pada komunitas tumbuhan, yang kemudian cepat atau lambat akan diikuti oleh suatu proses suksesi tumbuhan.

C.    Penyebab Suksesi

  1. Iklim :    Fluktuasi keadaan iklim kadang-kadang membawa akibat rusaknya vegetasi baik sebagian maupun seluruhnya. contoh : Kekeringan, hujan salju/air dan kilat.
  2. Topografi: Suksesi terjadi karena adanya perubahan kondisi tanah. contoh : Erosi yang dapat terjadi karena angin, air dan hujan
  3. Biotik : Pemakan tumbuhan seperti serangga yang merupakan pengganggu di lahan pertanian demikian pula penyakit mengakibatkan kerusakan vegetasi. contoh : Di padang penggembalaan, hutan yang ditebang.

Ada beberapa macam tipe suksesi yaitu:

a)      Hidrosere  :Tipe suksesi yang berkembang di daerah (habitat) perairan yang biasanya disebut Hidrarch. Vegetasi yang sering berganti dalam hidrarch disebut hidrosere.

b)      Halosere    :Suksesi yang dimulai pada tanah bergaram atau air asin.

c)       Xerosere    :Suksesi vegetasi yang berkembang dalam daerah xerik atau kering, biasanya disebut xerarch.

 D.       Contoh Suksesi

  1. Danau Gatun di Terusan Panama, Amerika Tengah (Hidrosere)
  • Komunitas tumbuhan air terapung, terdiri dari saliva Auriculata, pistiastratioites, Utricularia mixta, Jessieua natans
  • Komunitas teratai, Nymphaeampla bercampur dengan jenis-jenis diatas
  • Komunitas tumbuhan air menjulang, yang terbanyak adalah Typha angsutifollia, Acrostychum danaeifolium, Crinum erubescens, Hibiscus sorius, dan Sagitaria lancifolia
  • Komunitas rawa buluh, terdiri dari Cyperus giganteus, Scirpus cubensis dan jenis-jenis Cyperaceae lainnya.bersama-sama dengan rumput besar seperti Phraqmites communis dan Gynerium sagittatum, yag juga terdapat Jussieuasuffruticosa
  • Komunitas rawa belukar, terdiri dari Dalberqia ecastophyllaMontrichardia arborescens (herba dikotil) dan paku-pakuan. dan keladi tinggi2. Danau Victoria di Afrika Timur (Hidroserea)
    • Vegetasi tumbuhan terapung dan terendam. Nymphaea ceratophyllum, Trapa dan lain-lain
    • Komunitas paku-pakuan dan Cyperaceae merupakan campuran antara paku-pakuan, Cyperaceae, Poaeceae dan herba
    • Rawa Lymnophyton dikuasai oleh Cyperus papyrus dan rumput Mischanthidium violaceum dengan Lymnophyton obtusitolium sebagai subdominan
    • Rawa papyrus, yang dominan hanya Cyperus papyrus disertai oleh jenis lainnya sebagai tambahan
    • Rawa palm Phoenix, banyak pohon-pohon yang tingginya 6-9 m diantaranya Phoenix reclinata dan Mitraqyna stipulosa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: