U_Miia04 'Blog

Beranda » MY STUDY » LAPORAN PENGENALAN ALAT PENGUKUR UNSUR IKLIM

LAPORAN PENGENALAN ALAT PENGUKUR UNSUR IKLIM

Calendar

Januari 2013
J S M S S R K
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Like This Blog


PENDAHULUAN

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Sedangkan cuaca merupakan keadaan atmosfer pada suatu saat. Aspek cuaca ini diteliti lebih lanjut oleh ahli klimatologi, untuk tanda-tanda perubahan iklim. Klimatologi berasala dari bahasa Yunani klima dan logos. Klima berarti kemiringan bumi yang terfokus pada pengertian lintang tempat. Logos berarti ilmu. (http://id.wikipedia.org/wiki/Klimatologi)

Studi tentang iklim dipelajari dalam meteorologi. Meteorologi mempelajari proses fisis dan gejala cuaca yang terjadi didalam atmosfer terutama pada lapisan bawah (troposfer). Meteorologi berasal dari bahasa Yunani, meteoros dan logos. Meteoros berarti benda yang ada didalam udara.  (http://id.wikipedia.org/wiki/Meteorologi

A.    LATAR BELAKANG

 

Di laboratorium akan terdapat berbagai alat yang berbeda beda begitu pula dengan kegunaannya akan berbeda antara alat yang satu dengan alat yang lain. Semakin lengkap alat-alat praktikum dalam sebuah laboratorium , maka semakin mudah kita meneliti dan mengamati objek observasi.

Pengenalan alat dalam praktikum sangat penting karena akan berpengaruh terhadap kemampuan praktikan itu sendiri. Seorang praktikan akan merasa kesulitan untuk memahami setiap kegiatan praktikum kalau belum mengenal alat-alat praktikum itu sendiri. Dalam laporan praktikum ini praktikan ingin memperkenalkan setiap alat yang digunakan dalam pengukuran intensitas cahaya matahari, suhu udara dan suhu tanah, kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin.

Praktikan diharapkan untuk memahami kegunaan dari alat-alat praktikum tersebut guna melanjutkan penelitiannya ke observasi yang lebih rumit di mata kuliah agroklimatologi ini.

B.     TUJUAN

  1. Mengenal dan melihat alat pengamat cuaca secara langsung
  2. Melatih mahasiswa supaya mengetahui cara kerja peralatan ukur unsur iklim.
  3. Melatih mahasiswa supaya mengetahui cara kerja/proses pengamatan unsur iklim.
  4. Melatih mahasiswa  supaya mengetahui tata letak dan pemasangan peralatan unsur iklim.
  5. Mengetahui manfaat dari alat pengamat cuaca dalam bidang pertanian secara langsung dan tidak langsung

 

 

 

METODOLOGI PRAKTIKUM

 

Waktu dan Tempat Praktikum

Praktikum dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2011 di Laboratorium Agroklimatologi Program studi Agroteknologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Alat – Alat Praktikum

Alat – alat  praktikum yang digunakan dalam praktikum ini antara lain :

  1. Termometer bola basah bola kering
  2. Thermometer tanah
  3. Barometer
  4. Barometer aneroid
  5. Altimeter
  6. Thermohigrograf
  7. Anemometer
  8. Anemometer
  9. Anemometer cup
  10. Lightmeter
  11. Ombrometer
  12. Ombrograft
  13. Pyranograph
  14. Thermometer maksimum minimum
  15. Thermohigrometer

 

Prosedur Kerja

Ada tiga prosedur yang kita gunakan dalam praktikum agroklimatologi ini antara lain:

  1. Mendengarkan Penjelasan : Setiap hal yang dijelaskan oleh coordinator asistensi diperhatikan dengan seksama oleh praktikan sehingga dapat dipahami dengan sungguh-sungguh.
  2. Mengamati Alat : Semua alat praktikum yang diperlihatkan oleh coordinator asistensi diamati dan didiskusikan sehingga praktikan mampu menjelaskan bagian-bagian dari alat-alat praktikum tersebut
  3. Menggambar Alat : Alat-alat praktikum yang telah diamati kemudian didokumentasikan dengan menggambar setiap alat praktikum tersebut.

 

HASIL PENGAMATAN

No

Nama Alat

Satuan

Fungsi

Prinsip Kerja

1

Termometer bola basah bola kering

0 C dan 0 F

untuk mengetahui suhu udara.  Kain muskin pada Termomter bola basah dibasahi gengan aquades, lalu perunahan suhu pada skala thermometer akan terlihat

2

Thermometer tanah

0 C

Mengetahui suhu di kedalaman tanah Termometer di pasang di dalam tanah dalam keadaan melengkung bila ada perubahan suhu tanah terlihat pada skala termometer

3

Barometer

m bar

Mengukur tekanan udara Jika terjadi perbedaan tekanan udara, maka permukaan air raksa yg ada di dalam barometer akan berubah

4

Barometer aneroid

mm hg

Mengukur tekanan udara Jika terjadi perbedaan tekanan udara, maka permukaan air raksa yg ada di dalam barometer akan berubah

5

Altimeter

meter

Mengukur tekanan udara dapat digunakan untuk menentukan ketinggian suatu tempat Bila terjadi perubahan tekanan udara maka akan terlihat dari skala angka pada alat tersebut

6

Thermohigrograf

( 0 C ) (%)

Mengukur suhu dan kelembaban Pada sensor suhu, bila udara dingin mengkerut gerakan pena turun dan pada sensor kelembapan bila udara basah rambut memanjang

7

Anemometer

m/sec

Mengukur kecepatan angin  Bila terjadi perubahan angin maka akan terlihat dari skala angka pada alat tersebut

8

Anemometer

m/sec

Mengukur kecepatan angin  Bila terjadi perubahan angin maka akan terlihat dari skala angka pada alat tersebut

9

Anemometer cup

m/sec

Mengukur kecepatan angin  Bila terjadi perubahan angin maka akan terlihat dari skala angka pada alat tersebut

10

Lightmeter

Lux

Mengukur intensitas cahaya Seberapa besar intensitas cahaya akan tampak berupa angka di dalam layar lightmeter

11

Ombrometer

mm Mengukur curah hujan Bila ada hujan maka tetes-tetes air hujan akan di tampung di dalam gelas penakar

12

Ombrograft

mm

Mengukur curah hujan  Secara otomatis akan pena mencatat pada kertas pias, Bila ada hujan maka tetes-tetes air hujan akan di tampung didalam gelas penakar

13

Pyranograph

cal / cm2 min

Mengukur intensitas radiasi matahari total yang jatuh pada bidang horizontal Secara otomatis pena kan melukiskan total intensitas matahari didalam pias.

14

Thermometer maksimum minimum

0C

Mengetahui derajat panas atau dingin suatu benda Bila ada perbedaan suhu udara maka termometer maximum dan minimum tipe six akan dapat mendeteksinya dengan menunjukkan gejala perubahan pada skala angka

15

Thermohigrometer

%

Mengatur suhu dan kelembaban Bila terjadi perubahan suhu dan kelembaban maka akan terlihat dari skala angka pada alat tersebut

Sumber : Hasil Pengamatan

PEMBAHASAN

Dari hasil ptaktikum acara 1 yaitu Pengenalan Alat Pengukur Unsur Iklim yang memperkenalkan setiap alat yang digunakan dalam pengukuran intensitas cahaya matahari, suhu udara dan suhu tanah, kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin.Pengetahuan awal dalam pembelajaran agroklimatologi ini berpontensi memberikan pemaham terhadap praktikan tentang betapa pentingnya ilmu agroklimatologi tersebut.

Pengertian umum agroklimatologi adalah Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari iklim, dan merupakan sebuah cabang dari ilmu atmosfer. Dikontraskan dengan meteorologi yang mempelajari cuaca jangka pendek yang berakhir sampai beberapa minggu, klimatologi mempelajari frekuensi di mana sistem cuaca ini terjadi. Jadi, ilmu agroklimatologi ini mengajarkan kepada praktikan untuk mengetahui seluk beluk atau prilaku cuaca supaya dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang pertanian. Berikut saya ulas secara singkat tentang pengukuran intensitas cahaya matahari, suhu udara, suhu tanah, kelembaban, curah hujan dan kecepatan angin .

Intensitas radiasi matahari diartikan sebagai banyaknya atau jumlah energi dari cahaya matahari yang diterima bumi, pada luas tertentu serta jangka waktu tertentu. Di bidang pertanian intensitas radiasi matahari biasanya diukur akumulasi harian intensitas radiasi matahari gelombang pendek yang jatuh pada suatu permukaan yang datar. Phyranograph dikenal sebagai alat untuk mengukur intensitas radiasi matahari. Untuk penempatan phyranograph diletakkan ditempat terbuka sehingga selama matahari berada diatas horizon bumi, sinarnya harus leluasa mencapai sensor. Kedudukan alat terutama sensor harus benar-benar datar.

Suhu (temperatur) adalah suatu besaran panas yang dirasakan oleh manusia. Satuan suhu yang biasa digunakan di Indonesia adalah derajat celcius (0C). Mengingat pentingnya faktor suhu terhadap kehidupan dan aktifitas manusia ada beberapa jenis thermometer yaitu thermometer bola basah bola kering, thermometer maximum minimum, thermometer tanah dan thermograph. Thermometer bola basah bola kering  merupakan thermometer air raksa dalam bejana kaca untuk mengukur suhu udara aktual yang terjadi (thermometer bola kering). Adapun thermometer bola basah adalah thermometer yang pada bola air raksa (sensor) dibungkus dengan kain basah agar  suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh, yaitu suhu yang diperlukan agar uap air di udara dapat berkondensasi. Thermometer minimum biasanya menggunakan alkohol untuk pendeteksi suhu udara yang terjadi. Hal ini dikarenakan alkohol memiliki titik beku lebih tinggi dibanding air raksa, sehingga cocok untuk pengukuran suhu minimum . Thermometer air raksa ini memiliki pipa kapiler kecil (pembuluh) didekat tempat/ tabung air raksanya, sehingga air raksa hanya bisa naik bila suhu udara meningkat, tapi tidak dapat turun kembali pada saat suhu udara mendingin. Pada thermometer tanah Prinsipnya sama dengan thermometer air raksa yang lain, hanya aplikasinya digunakan untuk mengukur suhu tanah dari kedalaman 0, 2, 5, 10, 20, 50 dan 100 cm. Untuk kedalaman 0-20 cm, cukup dengan membenamkan bola tempat air raksa sesuai dengan kedalaman yang diperlukan.

Ombrometer termasuk jenis penakar hujan non-recording atau tidak dapat mencatat sendiri. Bentuknya sederhana, terdiri dari Sebuah corong yang dapat dilepas dari bagian badan alat, Bak tempat penampungan air hujan, Kaki yang berbentuk tabung silinder. Sedangkan ombrogaf  termasuk penangkar airyang dapat mencatat sendiri. Jika hujan turun, air hujan masuk melalui corong, kemudian terkumpul dalam tabung tempat pelampung.

Kecepatan angin umumnya diukur dengan alat anemometer, anemometer cup, Untuk pengamatan angin permukaan, Anemometer dipasang dengan ketinggian 10 meter

Barograph adalah istilah lain untuk barometer yang dapat merekam sendiri hasil pengukurannya. Barograph umumnya menggunakan prinsip Barometer Aneroid, dengan menghubungkan beberapa kapsul/ cell aneroid dengan sebuah pena untuk membuat track pada kerta pias yang diletakkan pada tabung yang berputar 24 jam per rotasi. Pada pias terdapat garis-garis tegak menunjukkan waktu dan garis mendatar menunjukkan tekanan udara.Tingkat keakuratan dari barograph, salah satunya ditentukan oleh jumlah kapsul/ cell aneroid yang digunakan. Semakin banyak kapsul aneroid yang digunakan maka semakin peka barograph tersebut terhadap perubahan tekanan udara.

KESIMPULAN

Setelah melakukan praktikum ini kita akan mengetahui alat-alat yang digunakan dalam praktikum agroklimatologi, dan dapat membedakan alat-alat yang dipakai dalam setiap percobaan sehingga memudahkan analisis tentang hal yang sedang diamati.

Berikut adalah alat- alat klimatologi yang diamati :

  1. Alat pengukur suhu dan kelembaban: Thermometer maksimum minimum, Thermometer tanah, Thermohigrograf, Termometer bola basah bola kering, Thermohigrometer
  2. Alat pengukur curah hujan: Ombrometer dan Ombrograft
  3. Alat pengukur tekanan udara : Barometer dan Barometer aneroid
  4. Alat pengukur kecepatan angin: Anemometer dan Anemometer cup
  5. Alat pengukur intensitas radiasi matahari: phyranograph
  6. Alat pengukur intensitas cahaya : Lightmeter

Alat pengukur tekanan udara dapat digunakan untuk menentukan ketinggian suatu tempat : altimeter

Dengan adanya pemahaman tentang penggunaan , fungsi maupun perawatan alat klimatologi diatas menambah wawasan baru yang sebelumnnya belum praktikan ketahui secara rinci. Masing – masing alat mempunyai beda pemakaian maupun perawatan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Hendra, Adhytia . 2010. Alat – Alat Cuaca Pada Stasiun Meteorologi Klimatologi Di Sicincin, Padang – Pariaman http://adhytia-pisces.blogspot.com/2011/03/laporan-praktikum-agroklimatologi.html?zx=90cfabe8b97a6bb8 ( diakses pada 24 oktober 2011 )

http://id.wikipedia.org/wiki/Meteorologi ( diakses pada 26 oktober 2011 )

http://id.wikipedia.org/wiki/Klimatologi ( diakses pada 26 oktober 2011 )

http://prix-terra.com/2011/05/mengukur-lama-penyinaran-dan-intensitas-radiasi-matahari.html ( diakses pada 26 oktober 2011 )

Rikull, Rika .2011 . Pengamatan Unsur-Unsur Cuaca . yika’s choise: sragen http://rikarikull.blogspot.com/2011/09/laporan-kesuburan-tanah.html                                 ( diakses pada 25 oktober 2011 )

Susanto, M. Hata Rudi . 2008 . Laporan Praktikum Agroklimatologi . Tp (Unram): Mataram http://tpunram.blogspot.com/2008/05/laporan-praktikum-agroklimatologi.html  ( diakses pada 24 oktober 2011 )


1 Komentar

  1. lista de emails mengatakan:

    every time i want to learn something good, i access your website, because of the great structure and coherent ideas please keep providing such good information. lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails lista de emails

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: