U_Miia04 'Blog

Beranda » ARTIKEL » SEMUA ORANG BERHAK MENDAPAT UDARA YANG BERSIH

SEMUA ORANG BERHAK MENDAPAT UDARA YANG BERSIH

Calendar

Januari 2013
J S M S S R K
« Des   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Like This Blog


Mendengar istilah merokok rasanya sudah tak asing lagi ditelinga kita. Suatu hal yang sederhana namun mempunyai dampak yang luar biasa. Perilaku ini seolah telah menjadi budaya tinggalan dari leluhur yang sulit untuk menghilangkannya. Sehingga secara turun temurun keberadaannya selalu menjadi trending topik perdebatan. Antara hak mereka sebagai merokok dan hak mereka untuk mendapat udara yang bersih bebas asap rokok.

no smoking

Tak hanya dikalangan kampus saja, seakan telah menjamur diberbagai tempat-tempat entah itu terminal, kantor, taman bahkan sekolahan yang pada dasarnya sebagai wadah tempat pendidikan karakter siswapun tak luput dari perilaku merokok. Sangat ironis memang ketika kampus yang notabennya adalah tempat belajar namun tak sedikit orang didalamnya tak dapat menghindari perilaku ini. Sehingga lingkungan kampus yang terbebas dari asap rokok sangatlah sulit ditemui, peraturan-peraturan bahkan papan peringatanpun hanyalah pajangan yang mungkin tak ada gunanya bila pada realitanya tak sedikit dari penghuni kampus yang malah melakukan kegiatan merokok.

Bila kita cermati, perilaku ini sangatlah sering kita jumpai. Segudang peringatan keras akan bahaya rokok seolah menjadi hal yang sudah biasa, sehingga tak ada kecemasan sedikitpun ketika mereka melakukan aktivitas ini. Namun bagaimana dengan orang-orang di lingkungannya? menjadi pertanyaan menarik bagi mereka yang gemar merokok di lingkungan umum. Mengingat lebih banyak orang terancam kesehatannya dikarenakan statusnya sebagai perokok pasif. Hal ini memang tak disadari dari sebagian perokok aktif.

Hal yang telah menjadi kebiasaan turun temurun ini memang sangat sulit dihentikan. Berbagai konsep guna menciptakan lingkungan kampus yang bebas akan rokok tentu saja telah diberlakukan di berbagai Universitas termasuk Yogyakarta. Namun tak sedikit pula Universitas yang melanggar akan peraturannya sendiri. Semua ini tergantung pada kesadaran dari pribadi masing-masing penghuni kampus baik dari kalangan dosen, karyawan serta mahasiswanya. Tanpa adanya kerjasama dari pihak-pihak terkait maka mustahil lingkungan kampus yang bebas asap rokok dapat tewujud. Yang menjadi problem yang kini belum terselesaikan yaitu bagaimana menumbuhkan kesadaran akan bahaya rokok bagi kesehatan sehingga pelaku perokok benar-benar jera.

Upaya pendekatan secara emosional seseorang satu-persatu pun menjadi hal yang tak mungkin dilakukan. Namun papan-papan peringatan bertulis “No Smoking Area” pun juga tak dapat mengatasi persoalan ini. Tal lepas dari itu saja berbagai peringatan akan bahaya rokok yang terpampang jelas pada bungkusnya pun tak mampu menyurutkan niat untuk membelinya.

Sebagai orang yang berintelek seperti mahasiswa bahkan dosen sekalipun apakah menjadi hal yang sulit melepas kebiasan yang notabennya membahayakan kesehatan bukan hanya dirinya sendiri namun juga lingkungan sekitarnya. Memang benar merokok merupakan hak setiap orang. Mengingat larangan resmi untuk tidak merokok memang belum ada. Namun apa salahnya mendukung program yang baik untuk tidak merokok di tepat umum seperti halnya kampus. Karena semua orang berhak mendapatkan udara yang bersih bebas akan asap rokok.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: