U_Miia04 'Blog

Beranda » ARTIKEL » TEKNIK BUDIDAYA SPINACH (SPINACHIA OLERACEA L.) SECARA ORGANIK DI KELOMPOK TANI TRANGGULASI

TEKNIK BUDIDAYA SPINACH (SPINACHIA OLERACEA L.) SECARA ORGANIK DI KELOMPOK TANI TRANGGULASI

Calendar

Oktober 2013
J S M S S R K
« Agu   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Like This Blog


RINGKASAN

Umiarsih . 2013. Teknik Budidaya Spinach (Spinachia Oleracea L.) Secara Organik Di Kelompok Tani Tranggulasi, Dibimbing oleh Dr. Ir. Bambang Nugroho, MP

Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengenal Kelompok Tani Tranggulasi secara menejerial dan  mempelajari secara teknik tentang budidaya spinach (Spinachia oleracea L.) secara organik. Kegiatan magang ini berlangsung di Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang terletak pada ketinggian ± 1447 m dpl selama 21 hari  dari bulan Juli sampai Agustus 2013. Metode pengumpulan data dalam kegiatan magang ini yaitu dengan praktek langsung, observasi, interview (wawancara), penggunaan dokumen dan studi pustaka. Adapun obyek yang dikaji selama kegiatan magang meliputi kajian teknis mengenai teknik budidaya spinach dan kajian menejerial mengenai Kelompok Tani Traggulasi. Hasil magang menunjukan bahwa P4S Tranggulasi merupakan sub kegiatan dari Kelompok Tani Tranggulasi yang mempunyai spesialisasi kegiatan agribisnis komoditas sayuran organik seluas 16.5 ha, dengan anggota 32 orang petani. Kelompok Tani Tranggulasi menerapkan Good Agriculture Practices (GAP), teknik budidayanya sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga produk sayurannya memiliki Sertifikasi Pangan Organik ( SPO ).

Kata kunci : Kelompok Tani Tranggulasi, Spinach organik

 

 

 

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

            Sayuran merupakan komoditas yang dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat sebagai sumber gizi.  Namun dalam budidayanya petani memberikan input introduksi berupa pupuk dan pestisida yang terkadang berlebihan untuk menjamin produksi dan kualitas sayuran yang dihasilkan. Disisi lain, produk sayuran yang tercemar pestisida dan pupuk kimia dalam jangka panjang mempunyai dampak negatif terhadap kesehatan konsumen dan daya saing pemasaran.

            Sayuran organik mulai diminati, terutama oleh masyarakat yang sudah mengerti akan kesehatan. Mereka menghendaki produk sayuran yang sehat, aman dikonsumsi dan bermutu baik. Berkembangnya pasar produk pertanian organik di dunia juga harus diantisipasi oleh Indonesia. Sehingga negara kita harus ikut berperan serta dalam perdagangan pertanian organik.

Pertanian organik merupakan proses budidaya yang tidak meggunakan asupan bahan kimia sintetik (pupuk, pestisida, herbisida, hormon pertumbuhan), tidak menggunakan benih rekayasa genetik dan memperhatikan kelestarian lingkungan.Dalam upaya pengembangan budidaya sayuran yang aman dikonsumsi, bermutu baik dan ramah lingkungan perlu diterapkan teknologi budidaya yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu kegiatan untuk mencapai itu semua yaitu diadakannya kegiatan magang ini. Magang dilaksanakan untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan di bidang pertanian organik, khususnya pada tanaman sayuran organik, spinach (Spinacia oleracea L.).

Pemilihan komoditas spinach (Spinacia oleracea L.) didasarkan oleh kelangkaan tanaman spinach yang dibudidayakan di Indonesia, karena adanya spesifikasi syarat tumbuh yang harus dipenuhi.Spinachmerupakan salah satu sayuran yang memiliki kandungan gizi yang tinggi,tetapi masyarakat pada saat ini belum begitu mengenal spinach, hanya sebagian saja yang biasa menikmati masakan Jepang dan Cina yang mengenal dengan baik sayur ini. Hal lain yang menarik dari budidaya spinach adalah khasiatnya, seperti mencegah penyakit kanker dan mengandung zat anti penuaan. Selain itu spinach mengandung vitamin dan mineral seperti vitamin K, A, C, B1, B2, B6, asam folat dan vitamin E. Spinach rebus merupakan sumber mineral, mangan, magnesium, besi, kalsium, kalium, tembaga, fosfor dan seng.

Sebagaimana diketahui pula, pertanian organik semakin populer dikembangkan di berbagai wilayah. Saat ini di beberapa daerah di Indonesia, telah bermunculan kebun-kebun sayuran organik, tetapi dalam budidayanya belum seluruhnya menerapkan kaidah-kaidah budidaya secara organik. Padahal pertanian organik semakin menarik seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk makanan sehat. Pertanianorganik merupakan proses pengelolaan pertanian dengan memperhatikan aspek ekologi dan kesehatan.  Siklus dan sistem ekologi kehidupan juga mendapatkan perhatian penuh. Inilah yang selalu dikembangkan oleh Kelompok Tani Tranggulasidalam program pertanian berkelanjutan.

Kelompok Tani Tranggulasi dipilih karena merupakan pengembang tanaman sayuran organik yang tergolong berhasil dan dikenal sebagai produsen sayuran organik dengan kualitas baik. Sayuran organik tersebut dikembangkan di Dusun Selongisor, Desa Batur yang berada pada ± 1447 mdiatas permukaan laut.Keberadaan Kelompok Tani Tranggulasijuga sangat strategis, selain itu menjadi wahana belajar dan mengajar antar anggota serta pertanian yang dikembangkantertata dan terencana dengan baik. Kelompok yang berdiri sejak tahun 2000 ini memiliki visi menjadikan Desa Batur sebagai desa agrowisata sayuran organik dan agribisnis yang mampu meningkatkan ekonomi petani. Tahun 2006,Kelompok Tani Tranggulasimendapatkan penghargaan prestasi sebagai Juara I Sayur Organik Tingkat Nasional. Menyadari bahwa organik bukan sekedar label produk namun pada proses sehingga pada tahun 2006 Kelompok Tani Tranggulasimenganalisiskan kandungan produk sayuran organiknya ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya, selain itu juga pada tahun 2008 telah menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Sayuran Organik, pada tahun 2010 telah melakukan registrasi kebun organik dan Sertifikasi Pangan Organik (SPO) dengan NO. REG.: 023/INOFICE/2010.

Peracikan pestisida nabati bersumber lokal serta optimalisasi kinerja MikroOrganisme Lokal (MOL) sudah diterapkan. Secara terprogram kelompok tani ini memasok produk kepada eksportir hasil bumi ke Singapura, dengan salah satu produk andalannya adalah Buncis Perancis. Permintaan pasar dalam negeri juga tidak pernah sepi.

 

B.Tujuan Magang

Secara umum, tujuan kegiatan magangini adalah untuk :

  1. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan karena ilmu yang diperoleh dibangku perkuliahan akan lebih bermanfaat bila diaplikasikan dalam bentuk praktek kerja.
  2. Memahami secara langsung situasi kerja yang sebenarnya sehingga kelak mampu beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan yang akan dihadapi.
  3. Memproleh keterampilan dalam penguasaan pekerjaan, sehingga menambah pengalaman dalam persiapan untuk terjun kedunia kerja yang sesungguhnya.
  4. Berlatih bekeja disiplin dan tanggung jawab.

Secara khusus, yang menjadi tujuan dari kegiatan magang adalah :

  1. Mengetahui teknik budidaya sayuran secara organik khususnya spinach di Kelompok Tani Tranggulasi.
  2. Mengetahui cara pengelolaan hama dan penyakit pada tanaman spinach di Kelompok Tani Tranggulasi.
  3. Mengetahui cara penanganan pasca panen tanaman spinach di Kelompok Tani Tranggulasi.
  4. Mengetahui pemasaran tanaman spinach di Kelompok Tani Tranggulasi.
  5. Mengenal keadaan umum dan struktur kelembagaan di Kelompok Tani Tranggulasi.

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: