U_Miia04 'Blog

Beranda » ARTIKEL » IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Calendar

Oktober 2013
J S M S S R K
« Agu   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Like This Blog


2. Kajian Teknik

Pada kegiatan magang ini berfokus pada satu komoditas yaitu spinach.Dalam menunjang kelancaran produksi dan pemasaran, fasilitas sarana dan prasarana fisik yang dimiliki oleh Kelompok Tani Tranggulasi cukup memadai. Sarana dan prasarana yang penting dalam budidaya Spinach secara organik adalah:

a.      Benih

Benih yang digunakan untuk budidaya spinach di Kelompok Tani Tranggulasi ada 2 jenis benih yaitu benih spinach lokal dengan varietas Dragon dan benih spinach impor dengan varietas Palco F1.Benih spinach lokal tersebut dapat dibeli di toko pertanian dengan harga Rp. 120.000,00 / kaleng. Untuk harga benih impor sekitar Rp. 300.000,00/ kemasan, untuk 1 kemasan sekitar 25.000 biji.

gambar 2

 

b.      Krinyu atau Mulas ( Chromolaema odorata )

Seresah daun krinyu ini digunakan para petani Tranggulasi sebagai pengganti pupuk kimia (NPK). Krinyu dapat dikatakan sebagai gulma tahunan yang tumbuhnya sangat cepat karena mempunyai sistem perakaran yang menyebar di dalam tanah dan ketersediaan gulma ini selalu ada sepanjang tahun sehingga  pemanfaatannya sebagai pupuk hijau selalu tersedia.

gambar 3

c.       Pestisida Nabati “Ces Pleng” ( CP)

Ces Pleng” (CP) ini digunakan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman yang dibudidayakan. Satu botol kecil ±10 cc tersebut dijual seharga Rp. 3000,00

Adapun pembuatan CP sendiri membutuhkan alat diantaranya blender, ember, saringan, gayung, ember fermentasi / jerigen. Adapun bahan yang digunakan diantaranya air kelapa 10 liter, air panas dan biji bengkuang 3 kg. Cara pembuatannya yaitu dengan cara sebagai berikut :

1)      3 kg biji bengkuang disiram dengan air panas secukupnya, didiamkan selama ± 3 hari, ditiriskan selama 5 jam, kemudian biji bengkuang diblender dan dicampur dengan air kelapa hingga halus dan setelah itu hasil blenderan disaring dan diambil airnya.

2)      Setelah didapat air saringan, kemudian air saringan tersebut difermentasi selama 2-3 hari. Untuk 3 kg biji bengkuang dapat menghasilkan CP sebanyak ± 12 liter CP.

 gambar 4

d.      Probiotik “ Power

            Power merupakan salah satu nutrisi yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Adapun pembuatan power membutuhkan alat diantaranya tong besar, blender, pisau, ember, gayung, saringan dan tong fermentasi. Adapun bahan yang digunakan yaitu air kelapa, tetes tebu, nanas, taoge, rumput laut, cincau dan tempe.

Cara pembuatannya yaitu dengan cara sebagai berikut:

a.       Disiapkan air kelapa dan tetes tebu. Kemudian dicampur dengan tetes tebu dan air kelapa dengan perbandingan 1: 1

gambar 5

b.      Rumput laut kering direbus hingga mengembang. Nanas matang dikupas kulitnya.

c.       Rumput laut yang telah mengembang, nanas, cincau dan tempe menjadi potongan yang lebih kecil.

d.      Nanas matang, taoge, tempe, cincau dan rumput laut diblender satu persatu dengan pelarut air kelapa. Mencampurkan semua bahan yang telah diblender dalam wadah.

gambar 6gambar 6 lanjutangambar 6 lanjutan..

e.       Campuran air kelapa dan tetes tebu beserta hasil blenderan dimasukkan dalam tong lalu ditutup, didiamkan minimal 1 minggu.

gambar 7

 

e.       Embung Hortikultura

Embung ini digunakan sebagai sumber pengairan di lahan budidaya sayuran organik di Kelompok Tani Tranggulasi. Embung ini dibangun dari proyek ABPNP pada tahun anggaran 2010.

gambar 8

f.       Screen house

Screen house di buat dengan tujuan untuk melindungi tanaman spinach dari gangguan lingkungan luar yang dapat merugikan tanaman terutama guyuran langsung air hujan, karena spinach merupakan tanaman yang membutuhkan penyiraman setiap hari namun tergolong sensitif terhadap air hujan. Adapun ukuran lubang jaring yaitu 0.84 mm.

gambar 9

g.      Packing house

Kelompok Tani Tranggulasi juga mempunyai packing house yang berfungsi sebagai gudang penyimpanan maupun pengemasan produk. Berbagai aktifitas pasca panen dilakukan pada ruangan ini.

gambar 10

h.         Sekretariat

Kelompok Tani Tranggulasi juga mempunyai ruang sekretariat yang digunakan untuk rapat ataupun pelatihan-pelatihan. Ruang sekretariat tersebut terletak di rumah kepala dusun yaitu pak Wahab.

gambar 11

i.           Ruang laboratorium kecil

               Kelompok Tani Tranggulasi mempunyai ruangan yang difungsikan sebagai laboratorium, dimana letak laboratorium ini berada di bagian belakang tempat packing house. Adapun kegiatan dalam laboratorium ini diantaranya tempat percobaan, pembuatan pestisida nabati, pembuatan power, pembuatan biang PGPR, Pembuatan formula baru, sebagai ruang identifikasi hama dan penyakit baru.

gambar 12

j.           Mobil dengan box pendingin

Mobil dengan box pendingin ini digunakan untuk mempermudah pengangkutan produk ke daerah-daerah yang akan dituju. Dengan dilengkapi dengan pendingin didalamnya sehingga produk tidak mengalami peningkatan respirasi dan dapat mempertahankan kesegarannya.

gambar 13

 

Dalam upaya pengembangan budidaya sayuran yang aman dikonsumsi, bermutu baik dan ramah lingkungan perlu diterapkan teknologi budidaya yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Beberapa kegiatan Kelompok Tani Tranggulasi dalam mencapai target penerapan SOP budidaya sayuran organik yang mulai disusun sejak tahun 2008 diantaranya :

a.       Pemilihan lokasi

Dalam menentukan lokasi tanam tanaman spinach yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya. Mempertimbangkan beberapa hal diantaranya penggunaan lahan tidak bertentangan dengan peraturan daerah, bukan alih fungsi hutan, bebas dari cemaran limbah beracun berbahaya, lahan datar sampai dengan kemiringan 30% yang diikuti dengan tindakan konservasi, serta memperhatikan riwayat penggunaan lahan yang akan digunakan.

b.      Konversi lahan

Konversi merupakan proses perubahan suatu sistem pertanian konvensional menjadi pertanian organik. Penerapan konversi lahan di Kelompok Tani Tranggulasi dilakukan dengan cara memberikan jangka waktu konversi minimal 2 tahun sebelum penanaman sayuran organik.

c.       Penyiapan lahan

1)      Pengolahan lahan

Pengolahan lahan yang diterapkan terdiri dari 2 tahap yaitu pengolahan lahan kasar dan halus. Pada pengolahan lahan kasar dimulai dengan kegiatan pembersihan sisa-sisa tanaman yang kemudian dilakukan pengolahan tanah menggunakan cangkul sedalam ± 50 cm. Kegiatan pengolahan halus dilakukan pencangkulan secara manual dengan kedalaman ± 10 cm. Kegiatan pengolahan halus dilakukan pencangkulan secara manual dengan kedalaman ± 10 cm.Dengan tujuan mencacah bongkahan tanah sehingga akan mempermudah dalam pembentukan bedengan.

gambar 14

2)      Pembuatan lubang pemupukan

Pembuatan lubang pemupukan dilakukan dengan mengukur dilakukan dengan cara memasang mal dari tali tambang, supaya terbentuk calon bedengan yang lurus dan rapi. Adapun ukuran bedengan tersebut 10 meter × 80 cm, jarak antar bedengan 70 cm. Setiap bedengan dicangkul dengan kedalaman 30 cm.

gambar 15

 

3)      Pemupukan dasar

Kegiatan pemupukan dasar ini dilakukan sekali dalam 4 periode tanam. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk kandang yang telah disimpan ditempat yang bersih, aman, kering, terlindung dari bahan kimia lainnya seperti pestisida selama 1-2 bulan. Untuk kebutuhan pupuk 1000 m2 diperlukan pupuk kandang ± 4,5 ton. Setelah pupuk di letakkan pada lubang bedegan yang telah dibuat, untuk selanjutnya pupuk tersebut diratakan menggunakan alat yang disebut “cengkek”.

gambar 16

4)      Penyebaran Krinyu

gambar 17

5)      Penyemprotan power

Power diberikan setelah penebaran krinyu yaitu bertujuan untuk mempercepat proses pelapukan dan mempercepat degradasi pupuk kandang. Power ini juga berfungsi sebagai ZPT, fermentor dan pupuk. Adapun dosis yang digunakan dalam pelarutan power  yang akan disemprotkan pada bedengan ini yaitu dengan takaran 8 tutup botol  (sekitar 10 cc/ tutup botol) dilarutkan pada 1 tangki (sekitar 14 liter). Untuk waktu aplikasinya sebaiknya dibawah jam 10 pagi dan diatas jam 6 pagi.

gambar 18

6)      Penutupan bedengan  dan pemasangan mulsa

Setelah penyemprotan larutan power, bedengan ditutup kembali dengan tanah di samping kanan dan kirinya. Untuk selanjutnya bedengan siap untuk dilakukan pemasangan mulsa.

gambar 19

 

7)      Pembuatan lubang tanam

           Pembuatan lubang tanam pada mulsa dilakukan dengan mnggunakan kaleng susu yang didalamnya berisi arang yang di bakar. Adapun jarak tanam untuk melubangi mulsa yaitu 25 × 25 cm. Untuk jarak tanam baby spinach yaitu 7 × 5 cm.

gambar 20

d.      Penyiapan benih

Dalam pengadaan benih spinach, Kelompok Tani Tranggulasi memperhatikan mutu, keunggulan varietas, kesehatan benih dan daya adaptasi yang baik. Benih yang digunakan untuk petani biasanya benih yang lokal. Benih yang digunakan tersebut telah mempunyai SK Menteri No : 85/Kpts/SR.120/03/2005 dilengkapi dengan masa kadaluarsa benih tersebut yang tercantum dalam kemasan. Adapun berat bersih dari benih spinach lokal per kemasan yaitu 250 gr, dengan hasil pengujian daya kecambah min 90% serta mempunyai kemurnian 99%. Benih yang dipilih tersebut mempertimbangkan kesesuaian kondisi iklim setempat. Benih spinach tersebut cocok untuk dibudidayakan di dataran tinggi ( diatas 700 m dpl ).

Perlakuan benih tersebut ada 2 macam juga, untuk benih impor diberikan perlakuan khusus dengan cara perendaman dengan air hangat yang dicampur power selama 15-30 menit. Tujuan dari perendaman tersebut yaitu untuk mengetahui benih yang bernas atau tidak dengan cara menggunakan benih yang saat direndam mengendap. Untuk benih lokal tidak memerlukan perlakuan khusus yaitu langsung di tebar. Adapun kebutuhan benih per ha adalah 5-10 kg atau 0.5 gr / m2. Untuk benih impor hanya untuk pembanding sebagai uji coba saja, berdasarkan uji coba benih impor kualitasnya masih rendah.

 

e.       Pembibitan

Kegiatan pembibian spinach untuk tujuan pemasaran lokal  yang dilakukan di Kelompok Tani Tranggulasi yaitu dengan 3 cara yang berbeda. Adapun media yang digunakan sama yaitu media tanah yang diambil disekitar perakaran bambu dicampur dengan pupuk kandang bebek dengan perbandingan 5:1.

Cara pertama yaitu dengan bak persemaian yang terbuat dari kotakan kayu yang berisi media, lalu disiram dengan air yang dicampur power dengan dosis 5 cc/liter hingga kapasitas lapang, setelah itu benih disebar secara baris. Lalu ditutup kembali dengan tanah tipis. Kotak persemaian disimpan pada tempat yang teduh atau dibawah para-para yang ternaungi plastik diatasnya. Setelah tumbuh langsung dipindah ke lahan.

Cara kedua yaitu dengan perlakuan mengempal benih dengan menggunakan tanah yang basah. Proses pengempalan tanah dilakukan setelah benih tumbuh kira-kira berumur 2 minggu di bak persemaian. Tujuan dari pengempalan tanah pada akar benih ini yaitu untuk menggantikan fungsi dari polibag, sehingga ketika dilakukan pindah tanam bibit, bibit tersebut akan mudah melakukan penyesuaian diri dengan lahan budidaya.

Cara ketiga yaitu dengan menggunakan polibag kecil. Adapun caranya yaitu dengan melakukan pengisian media tanam ke dalam polibag dan dilakukan penyemaian benih.

gambar 21

Dalam pemeliharaan persemaian benih spinach perlu dilakukan penyiraman dengan teratur dan hati-hati. Benih akan tumbuh sekitar 12-14 hari dan siap dipindah tanam pada umur ±15 hari.     

gambar 22                

f.       Penanaman

Penanaman yang dilakukan dibagi menjadi 2 macam teknik penanaman. Untuk baby spinach dilakukan dengan cara menabur benih pada barisan yang telah dibuat. Setelah benih tersebar dilakukan penutupan menggunakan plastik atau mulsa, tujuannya yaitu untuk memacu perkecambahan benih pada kondisi hangat serta menghindarkan benih dari serangan hama. Untuk penanaman spinach untuk memenuhi permintaan lokal dilakukan dengan cara pemindahan bibit pada bedengan dengan mulsa yang sudah dilubangi.Waktu penanaman keduanya dilakukan pada sore hari setelah pukul 14.00, karena radiasi sinar matahari dan suhu tidak terlalu tinggi sehingga mengurangi proses penguapan oleh tanaman.

gambar 23

 

g.      Pemasangan Sungkup Plastik

                Adapun fungsi dari sungkup plastik ini sama dengan sreen house yaitu menghindari air hujan secara langsung.

gambar 24

h.      Pemupukan

Untuk kegiatan pemupukan yaitu menggunakan larutan power yang diencerkan dengan urin sapi lalu di siramkan secara merata pada lahan spinach yang akan ditanam. Waktu pemupukan cair ini seminggu sekali.

gambar 25

i.        Penyiraman

            Penyiraman pada tanaman spinach dilakukan sehari satu sampai dua kali, biasanya penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari dengan menggunakan gembor.

gambar 26

j.        Penyiangan

Penyiangan bertujuan untuk mengendalikan gulma yang tumbuh di sekitar perakaran tanaman serta mengurangi kompetisi unsur hara, mempermudah dalam pemeliharaan tanaman dan menjaga estetika atau keindahan. Penyiangan yang dilakukan secara fisik yaitu dengan cara mencabut gulma langsung menggunakan tangan.

gambar 27

k.      Perlindungan tanaman

Adapun hama yangmenyerang pada tanaman spinach diantaranya:

Tabel 1. Hama tanaman spinach

No

Hama yang menyerang

Keterangan

1.

Jangkrik


Ordo: Orthoptera

Stadia menyerang: Nimfa dan imago

Bagian terserang: Daun

Gejala serangan: Gryllus mitratus memakan pinggiran daun yang dimakan oleh jangkrik akan terasa sangat kasar

2.

Belalang coklat

Ordo : Orthoptera

Stadia menyerang : Nimfa dan imago                                              

Bagian terserang : Daun

Gejala serangan:Melanoplus differentialis memakan daun secara tidak teratur hingga tinggal tulang dan daun saja.

3.

Belalang hijau

 

Ordo: Orthoptera

Stadia menyerang: Nimfa dan imago

Bagian terserang: Daun

Gejala serangan : Daun yang dinamakan Oxya chinensis terlihat dicabik-cabik.

4.

Ulat jengkal

Ordo : Lepidoptera

Stadia menyerang: Larva      

Bagian terserang : Daun

Gejala serangan : Larvanya menggigit dan mengunyah daun-daun hingga robek

5.

Ulat bulu

Ordo : Lepidoptera

Stadia menyerang: Larva      

Bagian terserang : Daun

Gejala serangan : Larva memakan daun Spinach sehingga daun transparan/robek.

6.

Ulat tanah

Ordo : Lepidoptera

Stadia menyerang: Larva      

Bagian terserang : Pangkal batang

Gejala serangan: Larva Agrotis ipsilon aktif pada malam hari untuk mencari makan dengan menggigit pangkal batang hingga roboh bahkan bisa sampai putus.

7.

Kepik penghisap daun

Ordo :  Hemiptera

Stadia menyerang : Nimfa dan dewasa

Bagian terserang : Daun

Gejala serangan : Akibat serangan Mictis Longicornis Westwood, daun muda menjadi layu dan kering karena cairan daun habis dihisap dan menguap pada bagian luka sehingga jadi kering dan mati

8.

Kepik hijau

Ordo : Hemiptera

Stadia menyerang : Dewasa  

Bagian terserang : Daun

Gejala serangan :Green stink bug menghisap daun meninggalkan bekas bercak pada daun yang dihisap. Bercak tersebut kemudian mengering.

9.

Kepik coklat

Ordo : Hemiptera

Stadia menyerang : Dewasa  

Bagian terserang : Tunas pucuk

Gejala serangan : Menyebabkan tunas layu dan mati. Hama ini biasanya dikendalikan secara alami oleh banyak musuh alami. Nimfanya dibunuh oleh laba-laba lompat dan predator lain.

10.

Lalat pengorok daun 

Ordo : Diptera

Stadia menyerang : larva dan dewasa

Bagian terserang : Daun

Gejala serangan : Bintik putih akibat tusukan ovipositor dari hama Liriomyza huidobrensis, dan berupa liang korokan larva yang berkelok-kelok jadi kering dan berwarna cokelat seperti terbakar.

 

Adapun penyakit yang menyerang tanaman spinach diantaranya:

Tabel 2. Penyakit tanaman spinach

No

Penyakit

Keterangan

1.

Penyakit kerdil

Penyebab :Tobacco Mosaic Virus (TMV)

Gejala : bervariasi kedalamnya termasuk mosaik, kerdil dan sistemik klorosis, kadang-kadang diikuti dengan nekrotik pada batang atau cabang dan diikuti dengan gugur daun.

2.

Penyakit kerupuk

Penyebab: Cucumber Mosaic Virus (CMV)

Gejala : Warna daun tanaman yang terserang menjadi belang antara hijau tua dan hijau muda. Kadang-kadang disertai dengan perubahan bentuk daun (cekung, keriting atau memanjang).

3.

Busuk batang

Penyebab : Akibat guyuran air hujan secara langsung

Gejala : Pangkal batang membusuk dan pada akhirnya akan mengering dan tanaman mati.

Adapun musuh alami pada hama tanaman spinach diantaranya:

Tabel 3. Musuh alami hama spinach

No

Musuh alami

Keterangan

1.

Laba-laba

Laba-laba berjalan di atas tanah mencari serangga, mereka juga berburu mangsa di cabang dan dedaunan spinach. Pada umumnya aktif pada malam hari.

2.

Kumbang kubah

Larva dan kumbang (Coccinellidae) dewasa memakan kutu daun dan telur lepidoptera serta serangga lain yang bertubuh lunak. Kumbang kubah dipergunakan sebagai musuh alami.

3.

Lalat tachinid

Banyak jenis lalat tachinid meletakkan telur langsung pada inangnya, tetapi sebagian jenis bertelur pada tanaman yang dimakan inangnya. Lalat tachinid hinggap di atas ulat dan menaruh telur di atas atau ke dalam tubuh ulat.

Perlindungan tanaman spinach dari serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dilakukan dengan cara kultur teknis, mekanik dan menggunakan pestisida nabati.

gambar 28

l.        Panen

Spinach dapat dipanen sekitar umur 30-40 hari setelah tanam. Panen dilakukan secara manual yaitu dengan cara mencabut semua bagian tanaman menggunakan tangan. Panen dilakukan pada sore hari, biasanya dilakukan panen 1 hari sebelum pemasaran agar spinach masih segar.

gambar 29

m.    Pasca panen

1)      Penerimaan hasil panen spinach

Setelah spinach dipanen, dikumpulkan atau dimasukkan ke dalam keranjang plastik kemudian dibawa ke tempat packing house, setelah itu ditimbang. Penimbangan dilakukan untuk mengetahui ukuran berat dari spinach yang dihasilkan.

2)      Pencucian

PencucianSpinach dilakukan dengan air bersih agar kotoran yang menempel pada bagian tanaman dapat hilang. Pencucian dilakukan pada bagian perakaran saja.

3)      Penirisan

Setelah spinach dicuci bersih, spinach ditiriskan pada tempat penirisan supaya airnya berkurang sehingga tidak terlalu basah ketika dipacking.

4)      Sortasi

Kegiatan penyortiran dilakukan dengan cara memisahkan spinach yang busuk dan rusak dengan spinach yang baik dan segar. Untuk spinach untuk kebutuhan lokal berciri daun spinach sudah membentuk bintang, sedangkan yang untuk kebutuhan ekspor berciri daun spinach yang belum membentuk bintang.

gambar 30 lanjutan

gambar 30

5)      Penimbangan

Penimbangan diawali dengan penimbangan kotor yaitu menimbang hasil panen yang didapat untuk mengetahui beberapa hasil panen yang sudah didapat. Setelah proses pencucian, ketika spinach sudah cukup kering maka dilakukan penimbangan sesuai permintaan pasar. Satu bungkus baby spinach beratnya 150 gr.

gambar 31

6)      Packing

Kegiatan packing yang dengan tiga cara yaitu :

1)      Pengemasan supermarket

Spinach dikemas menggunakan plastik yang sudah diberi lubang. Setelah itu direkatkan menggunakan sealer. Selain itu, kemasan plastik ditempeli label.

2)      Pengemasan untuk kebutuhan lokal

Pengemasan dilakukan dengan cara memasukkan spinach ke dalam kardus besar kemudian ditutup rapat atau direkatkan menggunakan lakban atau solasi besar, biasanya 1 kg berisi 8 tanaman spinach.

3)      Pengemasan untuk kebutuhan ekspor

Untuk pengemasan spinach yang akan di ekspor dilakukan dengan cara mengemas menggunakan kantong plastik tebal yang sudah dilubangi kemudian dimasukkan dalam sterofoam. Dalam 1 kg biasanya berisi 20 tanaman spinach.

7)      Pengiriman

Proses pengiriman merupakan proses yang dapat menimbulkan kerusakan. Sehingga proses pengiriman harus dapat dilakukan dengan hati-hati. Cara menyusun barang pada alat transportasi harus mempertimbangkan kemampuan wadah (kemasan) dalam menangggung tekanan, menghindari penumpukan yang banyak sehingga mengakibatkan produk paling bawah rusak karena tertimbun.

gambar 33

Pihak pengelola melakukan penanganan pasca panen sesuai dengan permintaan pasar.   

Kegiatan ekspor sudah dimulai sejak tahun 2009 dengan meminjam perijinan ekspor oleh PT. ARMADA ANGKASA CARGO yang beralamat di  Jl. Solo Km. 9,7 Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Untuk kontribusi sekali pengiriman yaitu Rp. 500.000,00.  Berikut merupakan dokumentasi pada saat kegiatan karantina beserta ruang penyimanannya dibandara.

 


1 Komentar

  1. Prabowo mengatakan:

    Info yg berguna. Bagi rekan-rekan yg butuh bibit cincau bisa menghubungi kami chasiapro@gmail.com atau 082136712513 @Trims Prabowo Jogja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: