U_Miia04 'Blog

Beranda » ARTIKEL » IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Calendar

Oktober 2013
J S M S S R K
« Agu   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Like This Blog


A. Hasil

1. Kajian Menejerial

a.      Gambaran Umum Kelompok Tani Tranggulasi

Kelompok Tani Tranggulasi terletak di Dusun Selongisor, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang berada lereng Gunung Merbabu dengan ketinggian ± 1447 m diatas permukaan laut. Sumber airnya langsung dari dari mata air Umbul Songo yang merupakan kawasan wisata alam. Kelompok Tani Tranggulasi terletak 1 km dari  bumi perkemahan serta 2 km dari tempat rekreasi Kopeng. Adapun jarak dari Kota Salatiga 16 km, dari Ungaran ± 35 km, sedangkan dari Magelang ± 30 km. Luas lahan yang dibudidayakan ±16.5 ha, status lahan kering dengan jenis tanah andosol. Adapun curah hujan rata-rata 2000-2500 mm per tahun dengan hari hujan rata-rata 150-190 hari per tahun. Suhu udara di sekitar rata-rata tiap harinya maksimum mencapai 25-29 0 C dan minimum 18- 20 0 C.

Kelompok Tani Tranggulasi mempunyai spesialisasi kegiatan agribisnis komoditas sayuran organik yang telah dilakukan sejak tahun 2000-an. Awalnya adalah karena keterbatasan kemampuan para anggota untuk membeli saprodi berupa pupuk dan pestisida sehingga mencoba membuat sendiri pupuk organik berupa fermentasi urin sapi, urin kelinci, pupuk bokashi, agensia hayati.

Keberadaan Kelompok Tani Tranggulasi juga sangat strategis karena menjadi wahana belajar dan mengajar antar anggota kelompok serta menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Seperti Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) yang semuanya mendukung program sayuran organik.

Pada tahun 2000, masyarakat Dusun Selongisor, Desa Batur sepakat untuk membentuk kelompok tani dengan nama Tranggulasi. Nama Tranggulasi sendiri diambil dari nama sebuah bukit yang berada di lereng gunung Merbabu (Lampiran 2). Dengan maksud dan tujuan untuk memecahkan masalah petani yang membudidayakan tanaman sayuran agar meningkat produksi dan kesejahteraan petani. Adapun anggota kelompok tani ini berjumlah 32 orang dengan luas lahan 53 ha. Akan tetapi luas lahan yang digunakan untuk budidaya sayuran organik ± 16.5 ha.

Pada tahun 2004, Kelompok Tani Tranggulasi mengenal kegiatan Ikatan Petani Pengendalian Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI) . Usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilannya adalah dengan melakukan kerjasama pembinaannya untuk kelompok. Kelompok Tani Tranggulasi juga merupakan tempat kegiatan P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya) yang dimulai sejak tahun 2006. P4S Tranggulasi pada awalnya merupakan kegiatan kelompok tani pada umumnya, namun semenjak kelompok ini melakukan kegiatan pertanian ramah lingkungan (organik) tahun 2004, kelompok ini banyak dikenal oleh kalangan petani, pemerintah, akademisi, sehingga banyak kedatangan tamu yang sifatnya kunjungan, magang dan sebagai tempat praktek lapang.

Pada tahun 2006, Kelompok Tani Tranggulasi mendapat penghargaan prestasi sebagai juara I Sayuran Organik Tingkat Nasional. Tahun 2007 menyusun SOP (Standar Operasional Prosedur) 18 item, tahun 2008 menjadi tempat penyusunan SOP tingkat pusat. Selain itu pada tanggal 10 Mei 2006 Kelompok Tani Tranggulasi menganalisiskan kandungan produk sayuran organik ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dengan nomor 3/052/Tox/2006 terhadap berbagai jenis sayuran dengan hasil sayuran tersebut negatif dari residu pestisida golongan Organophosphae, golongan Karbonat, DDT, Thiodan, Dieldrin, Endrin, dan Lendan. Pada tahun 2010, anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar ingin menerapkan budidaya sayur organik yang disepakati oleh 4 dusun (Tekelan, Selonduwur, Madu, Ngringin dan Taruna Tani) dan membentuk KOMPOR (Komunitas Petani Organik).

Dalam upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompok tani, Kelompok Tani Tranggulasi telah mendapatkan program SL-PHT Hortikultura yang diikuti oleh petani sayur sejumlah 30 orang. Kegiatan SL-PHT tersebut, maka petani dapat menularkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh kepada petani sekitar, sehingga dapat memengaruhi perubahan pola pikir petani dalam budidaya sayuran sehingga dapat meningkatkan mutu produksi yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani.

 

b.         Visi Dan Misi

Berdasarkan potensi yang ada serta jangkauan kedepan Kelompok Tani Tranggulasi mempunyai cita-cita yang  ingin dicapai melalui visi dan misinya sebagai berikut:

Visi   : 

Menjadikan Desa Batur sebagai Agrowisata Sayuran Organik Agribisnis yang mampu meningkatkan ekonomi petani.

Misi  : 

1)      Memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia untuk meningkatkan pendapatan petani.

2)      Menjadikan pertanian berkelanjutan bagi petani yang ramah lingkungan.

3)      Membangun hubungan kerjasama kemitraan untuk pemasaran hasil sayuran organik.

4)      Menumbuh kembangkan sains petani.

 

c.       Pengembangan SDM Dan Kegiatan Sosial

Guna peningkatan pengetahuan dan ketrampilan kelompok tani mengikuti berbagai macam pelatihan diantaranya pertemuan bulanan yang dilaksanakan setiap tanggal 5, Pelatihan Koperasi tingkat Jawa  Tengah, Pelatihan Pertanian Organik Tingkat Jawa Tengah, Pelatihan Kewirausahaan di Bogor, Pelatihan penangkaran bibit kentang di Bandung, Pelatihan P4S di Ketindan Malang (BBPP), Study Banding di STA Malang, Study Banding tanaman stevia di Tawangmangu, Magang managemen di BMT Mandiri, Magang Packing House di MTJ Bandung, Seminar campion sayuran di Serang dan Worshop Campion tingkat Jawa Tengah.

Sebagai Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) yang pernah digunakan sebagai tempat magang bagi siswa sekolah pertanian, Praktek Kerja Lapangan (UNS), studi lapang BPTP Jateng, one day Tour, Study Banding Kelompok Tani Canggalan dari Temanggung, Kelompok Tani Kledung Temanggung, Kelompok Tani Sri Rejek Sukoharjo, Kunjungan peserta pelatihan bersama Direktur Hortikultura dan Bio Farmaka Pusat, Kunjungan Kelompok Prima Tani Kabupaten Magelang, Kunjungan Kelompok Prima Tani Sumowono, Magang dari UNCEN Irian Jaya (Papua), Kunjungan dari IPB selain itu dijadikan tempat PKL untuk SMK diantaranya SMK Dharma Lestari Salatiga,SMK-SPP Muhamadiyah Magelang,SPP H Munadi Ungaran, SMK Islam Jepara, Pondok Pesantren Agro Ilir-Ilir Karanganyar, SMK N Pertanian Bawen danUNSOED Purwokwerto.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: